Skip to main content

Menjadi atau memiliki




Cinta, apakah harus selalu jadi bahan perbincangan orang banyak, yang selalu dijadikan alat untuk sebuah pelampiasan keinginan sesaat Nafsu. Nyatanya yang mereka perbincangkan tak lebih dari sebuah omong kosong.
Analogi sederhan :
Ketika kita datang ke sebuah taman Bunga, lalu mata kita tersudut pada sebuah Bunga yang indah nan harum, di situ terdapat pertentangan antara Nurani dan Naluri, dan sifat manusia yang cenderung Memiliki bukan Menjadi. Tatkala kita memetik Bunga yang indah nan harum dari taman nya, apakah sang pemilik taman tidak marah?
Tentu marah, karna jelas kita merusak Bunga sang pemilik taman,
Apakah kita cukup mengaguminya tanpa merusak Bunganya?
Karna kebijaksanaan cinta itu menjadi bukan memiliki,
Bukan dengan mencuri Bunganya kita bisa memiliki, walaupun memiliki mungkin hanya beberapa saat karna bunga itu akan layu dan hilanglah semua keindahan nya,
Yang bijaksana itu kita meminta izin kepada sang pemilik Bunga lalu kita membawa pulang bunga itu lalu kita merawatnya dirumah hingga tumbuh bunga-bunga berikutnya, alangkah indahnya jika kita dapat memposisikan antara cinta dan nafsu,
Karna hakikat cinta itu menjaga bukan merusak

#SuratSobek

Comments

Popular posts from this blog

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek

pulang?

Jika langkah kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari arah jalan pulang, maka kemana saya akan pulang? Jika yang disebut kebanyakan orang arah jalan pulang adalah rumah tempat tinggal yang beratapkan genting yang hakikatnya menutupi sang pemilik dari teriknya panas matahari dan basahnya air hujan, maka bukan itu yang saya sebut sebagai arah tempat kemana saya akan pulang. Lalu jika ada seseorang yang mengatakan bahwa arah jalan pulang adalah tempat dimana saya dilahirkan dan di besarkan oleh ibu dan bapak saya yang mengasuh dengan kasih sayang dan mendidik dengan ketulusan, itu juga bukan arah jalan pulang yang cukup meyakinkan untuk saya tuju. Lalu kemana kelak saya akan pulang? 21 satu tahun adalah kurun waktu yang saya jalani, apakah sudah cukup untuk menentukan kemana arah jalan pulang, lalu kapan saya akan pulang dan kemana saya akan pulang? apakah selama ini adalah salah satu perjalanan saya menuju arah jalan pulang?   Namun kapan saya akan pulang?  ...