Skip to main content

WISATA PULAU MUNA “Danau Moko Dan Pantai Walengkabola”



Pulau Muna yang berada di daerah Sulawesi Tenggara mempunyai beragam wisata alam yang selalu memanjakan mata para pengunjungnya. Di pulau ini anda dapat mengunjungi wisata pantai, goa, danau, bukit dan beberapa situs kuno peninggalan sejarah. Dan saya akan memaparkan salah satunya saja yakni Danau Moko. Danau yang di keliling batu karang ini berada di Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Danau yang letaknya tidak jauh dari Pantai walengkabola ini, merupakan danau air payau yang berwarna biru. Selain itu, danau ini juga memiliki seekor penyu yang menjadi pusat perhatian para pengunjung. Pengunjung juga dapat berinterkasi secara langsung dengan penyu ini. Bahkan berenang bersama dengan penyu ini bukan hal yang mustahil jika berada di danau moko. Dan karena letak danau yang tidak jauh dari pantai, dengan berjalan kaki saja wisatawan dapat menikmati desiran ombak Pantai Walengkabola. Untuk ke Pantai wisatawan tidak perlu khawatir karena Pantai ini bebas pungutan biaya (di hari biasa). Tapi jangan harap ada wahana seperti snorkling, banana booth dan sebagainya. Karena masyarakat Desa Walengkabola sangat melindungi kelesatarian alam daerahnya. Dan mungkin karena wisata ini belum sampai ke tangan Dinas Pariwisata (hehe).



Wisata Danau Moko dan Pantai Walengkabola di hari-hari biasa akan sepi pengunjungnya, bahkan bisa dibilang tidak ada pengunjung sama sekali selain masyarakat sekitar. Wisata ini akan ramai di hari-hari tertentu seperti Tahun baru, Lebaran Idul fitri dan Idul Adha serta acara-acara budaya lainnya.
Untuk di hari-hari biasa pengunjung wisata ini tidak dipungut biaya apapun berbeda dengan di hari-hari tertentu, pengunjung akan dikenakan tarif untuk masuk ke area wisata.
Ini hanya sebagian kecil wisata di Pulau Muna, masih banyak lagi yang lebih menarik.

Comments

Popular posts from this blog

PASAR MALAM

Apa yang lebih gembira dari bianglala? Tangis anak kecilpun membuat sang ibu tertawa, seraya berkata dalam benaknya, "nak kelak beginilah roda hidup, yang sengaja di simulasikan olah para mas-mas berkulit legam, untuk mengingatkan kita bahwa hidup harus tetap bergerak!, Meskipun naik dan turun." Sedang ayah terus berteriak dari bawah. "Tambah lagi kecepatannya!," Itu pun sambil tertawa, melihat anak lelakinya menangis. Apa yang lebih gembira dari korak-korak pasar malam pinggir jalan? Orang berbondong-bondong mengantri giliran guna menjemput ketegangan, lantas setelah permainan mereka merubahnya menjadi gelak tawa, Apa yang lebih gembira dari roda-roda gila? Menyaksikan Laki-laki berbadan kekar, yang mempertaruhkan nyawa demi menjemput rupiah, sedang kita bertepuk tangan sambil tertawa ria. Jika tangis, tegang, serta nyawa adalah fitrah, maka bahagia adalah bagian dari kehidupan.

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.