Skip to main content

SYUKUR


Tak bisa ku pungkiri lagi dosa-dosa ku pada Mu
Dikala kemaksiatan selalu mengejar diri ku
Setiap langkah kaki tak pernah ingat diri Mu
Ku ingin bertobat sujud pada Mu

Tapi ku tak sanggup melawan nafsu
Bermabuk-mabukan lalu ku main perempuan
Kunikmati belenggu nafsu setan
Bahkan ku merasa terganggu saat mendengar azan 

Astagfirullah pantaskah ku di sebut orang islam 
Dengan kenyataan hidup yang begitu suram
Lalu ku sombong dengan semua yang ku dapat 
Ku tak pernah bersyukur selalu kufur nikmat

Ku tau semua ini hanyalah di dunia 
Yang ku bawa mati hanyalah amal dan dosa
Ternyata memang begitu berat
Hari-hari yang ku lewati sangatlah singkat

Segala dosa yang kian melekat
kini aku dan dirimu telah tercipta sekat
Ku jalanin hidup di dunia ini tanpa rasa bersalah
Bencana alam yang terjadi pertanda bahwa Kau marah

Hamba Mu telah lupa oleh silau materi
Bagaikan warna gelap tanpa cahaya pelangi
Aku tak sanggup sembunyi dari semua ini
Maafkan hamba Mu ini ang selalu mengingkari

Subuh,Zuhur,Asar,Magrib, dan Isa
Tak pernah ku sempatkan selalu tak bisa
Tanpa terasa iman ini tlah pudar
Nama Islam KTP sangat jelas tergambar

Kini semua keluh di seluruh tubuh
Ku tobatkan pada Mu ku bersimpuh
Maafkan atas segala dosa-dosa yang telah ku lakukan
Ya Allah yang Maha pengasih ku mohon ampunan.

Comments

Popular posts from this blog

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek

pulang?

Jika langkah kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari arah jalan pulang, maka kemana saya akan pulang? Jika yang disebut kebanyakan orang arah jalan pulang adalah rumah tempat tinggal yang beratapkan genting yang hakikatnya menutupi sang pemilik dari teriknya panas matahari dan basahnya air hujan, maka bukan itu yang saya sebut sebagai arah tempat kemana saya akan pulang. Lalu jika ada seseorang yang mengatakan bahwa arah jalan pulang adalah tempat dimana saya dilahirkan dan di besarkan oleh ibu dan bapak saya yang mengasuh dengan kasih sayang dan mendidik dengan ketulusan, itu juga bukan arah jalan pulang yang cukup meyakinkan untuk saya tuju. Lalu kemana kelak saya akan pulang? 21 satu tahun adalah kurun waktu yang saya jalani, apakah sudah cukup untuk menentukan kemana arah jalan pulang, lalu kapan saya akan pulang dan kemana saya akan pulang? apakah selama ini adalah salah satu perjalanan saya menuju arah jalan pulang?   Namun kapan saya akan pulang?  ...