Skip to main content

SEIMBANG



Assalamualaikum WR. WB.

Semoga Masi ada kesempatan untuk kita membersihkan halaman, menyapu daun" yang jatuh memilah sampah mana yang harus dibakar, dan memupuk bibit-bibit tanaman. Karna keseimbangan memang harus dijaga,
Aku jadi teringat pesan singkat dari salah seorang  teman dipagi buta yang seolah memberi isyarat begini isinya :
"Mam"
"Bagaimana jika... Para developer pembangunan beton apartemen, mal, hotel, jalan dan perumahan kehabisan lahan untuk dibangun dan mulai berpikir untuk masa depan nanti. Mungkin sekitar 50 sampai 100 tahun Lagi mereka mulai berbisnis menujual bibit pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan lainnya. Bukan lagi fasilitas berteduh super mewah dan fasilitas modern lainnya, melainkan pepohonan untuk tetap bernapas, untuk tetap mendapatkan bahan pangan, dan juga memakai *eco* untuk tempat bertahan hidup."
Pesan itu aku dapatkan sekitar pukul 06:29. Hampir pertanyaan itu menunda waktuku untuk tidur, dengan respon cepat aku membalas pesannya "Mungkin kaya gini bang kejadian dimasa depan, Gue pernah nonton film animasi Wall-E yang isi filmnya cukup menggambarkan bahwa satu bibit pohon sanggat-sangat berharga keberadaanya"
Kita asik menyoal itu sampai beberapa saat dan tiba" dia menghilang seolah hanya memberi isyarat atau apa itu namanya, yang jelas ini semua akan menjadi ketakutan yang nyata apabila kita terus menerus merusak keseimbangan yang ada.

Karna menjaga dan merawat hidup adalah kewajiban makhluk hidup.

Wassalamu'alaikum WR. WB.

Comments

Popular posts from this blog

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek

pulang?

Jika langkah kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari arah jalan pulang, maka kemana saya akan pulang? Jika yang disebut kebanyakan orang arah jalan pulang adalah rumah tempat tinggal yang beratapkan genting yang hakikatnya menutupi sang pemilik dari teriknya panas matahari dan basahnya air hujan, maka bukan itu yang saya sebut sebagai arah tempat kemana saya akan pulang. Lalu jika ada seseorang yang mengatakan bahwa arah jalan pulang adalah tempat dimana saya dilahirkan dan di besarkan oleh ibu dan bapak saya yang mengasuh dengan kasih sayang dan mendidik dengan ketulusan, itu juga bukan arah jalan pulang yang cukup meyakinkan untuk saya tuju. Lalu kemana kelak saya akan pulang? 21 satu tahun adalah kurun waktu yang saya jalani, apakah sudah cukup untuk menentukan kemana arah jalan pulang, lalu kapan saya akan pulang dan kemana saya akan pulang? apakah selama ini adalah salah satu perjalanan saya menuju arah jalan pulang?   Namun kapan saya akan pulang?  ...