Skip to main content

Posts

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

INGAT

Ingatkan aku teman! jika besok langkahku sudah terlalu jauh menghujam ke langit, dadaku terlalu membusung menghantam mimpi, ingatkan aku! ingatkan aku bahwa aku masih makhluk yang keluar dari dua lubang air seni, yang berjalanku saja masi tertatih, melihatku masi meraba, hatiku masi rapuh akan sebuah pertanda, pendengaranku masi bising mendengar tangis kelaparan, berdoaku masi sebatas kebutuhan keinginan , ingatkan aku! bahwa aku berada disini bukan karena aku benar-benar peduli, bukan karena aku iba pada semua yang ada, tidak! tidak! aku ada disini hanya karena aku takut kelak aku akan merasakannya, di waktu yang sama kita membahasa berbagai macam kejadian demi kejadian merangkum ulang peristiwa yang hampir usang, di perpustakaan ingatan aku Menemukan ada satu kejadian dimana kita sama-sama menyaksikan proses berjalannya kehidupan

PERUMMPAMAAN

Seperti berkumpulnya semut dikala hujan, Seperti burung yang pulang setelah kenyang, lantas membawa makanannya pulang ke sarang, Seperti lebah yang menghisap sari bunga untuk dihasilkannya madu, Seperti Ibu yang rela berbagi puting kepada si buah hati agar tetap tumbuh, "Cinta memang tak dapat di definisikan, namun terhampar luas mmelalui perantara perumpamaan"

PERTEMUAN

Jika kita tidak dipertemukan di persimpangan jalan atau disebuah pertokoan, sudah dapat ku pastikan kita bertemu di pemakaman, disitu kelak kita akan mengubur diri sendiri kedalam palung yang paling dangkal dari kekeliruan memahami hidup yang tak lepas dari keraguan.

BARAK LUKA

Di barak luka penuh desah malam itu bulan menampakan setengah dari wujud aslinya, namun tak mengingkari tugas untuk tetap memberi cahaya pada malam yang penuh dengan desah dari luka yang menjelma menjadi Do'a.

DOKTER KECIL

Tempo hari gue lupa kalo sehat itu mahal, sehabis bersenang'' seharian bareng dedek yang memang sudah gk gemesin lagi cukup buat gue lupa  kalo Malemnye gue belom tidur dan belom ngasi nutrisi kedalem tubuh. yaps sampai pada akhirnya badan gue yang bobotnya cuma 45Kg harus lunglai tapi itu cuma hitungan menit, setelah salah satu dari dedek yang sudah gk gemesin itu berinisiatif buat mengesekusi gue dengan beberapa perlengkapan dapur yaitu : 3 buah gelas, 3 buah logam, dan minyak goreng yang udah rada" bau ikan asin. tapi apalah daya buat menolak usaha pertolongan pertama dari dokter" kecil yang gue yakin dari tangan mereka masi menyimpan kejujuran dan kekuatan imajinasi dari apa yang dia liat buat nyenbuhin orang masuk angin kaya gue.  biar kata badan gue harus beberapa kali melejit karena kecipratan bara dari kertas yang mereka bakar malah jadi keyakinan gue bahwa itu yang jadi obat buat angin" jahat keluar dari sela pori-pori gue yg sedikit berjerawat. ...

PINTU

Bandung akan terus menjadi ilusi untuk sebagian remaja yang memburu inspirasi, atau Jogja yang menjanjikan seribu suasana yang menggoda, sedang terik matahari Bali tak jauh berbeda dari pesisir Banyuwangi, bahkan aku melihat ada yang menggantungkan harapannya di puncak Rinjani dan melepas kepenatan di jernihnya bibir Gili, dan aku menemukan tenang tepat disini, didepan pintu kemana kelak aku akan kembali menuju sisi dari segala sisi, menenggelamkan diri dari segala letih dari harapan-harapan yang terus menghantui.