Skip to main content

Posts

Pustaka Manusia

Assalamualaikum Wr. Wb. Pustaka Manusia adalah sebuah keresahan kecil diantara keresahan-keresahan yang ada didalam semesta raya, dan mencoba menyerasikan antara karya tulis yang terkesan asal-asalan dan sebenarnya pun ngasal, dengan divisualisasikan menggunakan tangan yang bekerja berdasarkan ketidak seimbangan alam bawah sadar.   Berharap menjadi sebuah karya yang sarat akan sindiran untuk diri sendiri, yang kecewa dengan keberadaan otak dan hati yang tak berjalan beriringan.  Berikut adalah hasil buah tangan Manusia yang belajar menjaga hidup : Exsistensi dan Esensi. Ada yang lebih berbahaya saat tak malu ketika salah Ada yang lebih berbahaya itulah angkuh ketika benar. Lirik lagu dari : Xtunas muda Tanam Tanam Taman. Kita adalah bagian kecil dari pertunjukan Semesta. Logika tak Berotak. Hak Asasi Manipulasi.  Konsep Dasar Pendidikan. 1. Syahadat. - TK 2. Shalat. - SD 3. Zakat. - SMP 4. Puasa. - SMA 5. H...

OBROLAN ORANG KECIL

Untuk menjadi seorang pejalan sejati mungkin langkahku belom sepanjang jejak Sigundul, atau Roman dalam 100 hari keliling indonesia, mungkin juga belum sefamiliar artis" MTMA (My Trip My Adventure), keberanianku juga belum bisa menandingi Medina Kamil presenter manis  jejak petualang, yang pernah menginjakan kaki dipuncak tertinggi Papua. Perjalanku hanya perjalanan kecil, di sudut-sudut pasar, stasiun, dan terminal, tujuanku tak lebih dari pertemuan dengan orang-orang baru, obrolanku dengan mereka juga bukan persoalan untung rugi, atau penghasilan yang jauh dari ilmu matematika manusia, sekedar obrolan ringan tentang menjaga rasa syukur yang mungkin dapatku sebut kekayaan yang ada dipuncak tertinggi.

Senyumnya masi hangat

Senyumnya masi hangat. Dari sudut pandang terjauh bahkan hampir 50 M, dari tempat aku berdiri mengagumi dari kejauhan wajah yang hangat tanpa balutan makeup. Ini bukan ungkapan hiperbola tapi lebih tepatnya realita pandang mata yang sudah terlalu lama hampa, ini juga bukan ungkapan jatuh cinta dari pria yang tak pernah tersentuh olehnya, aku masi tegak memandang pada sudut yang sama melihat wajah yang menyimpan begitu banyak makna dari kediaman tanpa kata, lalu ku mainkan imajiku untuk mendekat, tapi tidak, tidak untuk menyentuh apalagi mencium harum tubuhnya. Tapi aku mendekat hanya untuk memastikan kehangatan senyumnya,

Malamnya masih di selimuti hujan

Malamnya masi di selimuti hujan Gk terlalu jauh dari tempat saya tidur, sekitar beberapa ratus meter dan kaki ini hendak menuntun saya ke sebuah warung internet sekitar. apa yang saya lakukan sebenarnya standar dan gk ada yang spesial atau pun aktifitas yang baru. pergi ke kampus, ngopi, dan ngobrol sama beberapa temen kampus tiba-tiba teringat tugas kampus yang lumayan numpuk dan harus di kumpulin besok, agak lumayan panik sedikit bingung langsung saya ke warung internet mulai garap satu persatu tugas tapi yang terjadi di petakan warung internet ini gk ada bayangan sama sekali saya dapet beberapa inspirasi baru ya mungkin ini lah sekenario baru yang di kirim Allah SWT.  dari mulai tawaran menggarap Film dokumenter, menulis puisi, nulis bareng, dan gambar. Awalnya agak ragu karna banyak kegiatan dan ada tanggung jawab juga untuk mencari nafkah tapi saya mulai berani buat ngambil keputusan, kenapa? karna saya teringat akan nasihat guru saya "bahwa sebaik-baiknya manusia i...

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek

pulang?

Jika langkah kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari arah jalan pulang, maka kemana saya akan pulang? Jika yang disebut kebanyakan orang arah jalan pulang adalah rumah tempat tinggal yang beratapkan genting yang hakikatnya menutupi sang pemilik dari teriknya panas matahari dan basahnya air hujan, maka bukan itu yang saya sebut sebagai arah tempat kemana saya akan pulang. Lalu jika ada seseorang yang mengatakan bahwa arah jalan pulang adalah tempat dimana saya dilahirkan dan di besarkan oleh ibu dan bapak saya yang mengasuh dengan kasih sayang dan mendidik dengan ketulusan, itu juga bukan arah jalan pulang yang cukup meyakinkan untuk saya tuju. Lalu kemana kelak saya akan pulang? 21 satu tahun adalah kurun waktu yang saya jalani, apakah sudah cukup untuk menentukan kemana arah jalan pulang, lalu kapan saya akan pulang dan kemana saya akan pulang? apakah selama ini adalah salah satu perjalanan saya menuju arah jalan pulang?   Namun kapan saya akan pulang?  ...

MONYET

Teriakan klakson motor mu menampar tenang ku, 18:15 situasi dimana senja tak lagi di hantarkan kehangatan, namun amarah yang membabi buta. Oksigen ku di gantikan oleh asap-asap sisah bahan bakar mu! yang menutupi akal sehat pikiran ku, "Aku kau panggil, 'hy BANGSAT!" "Ku panggil kau 'KEPARAT!" Asap kuda besi mu menampar muka ku yang pucat, sore itu terasa panas padahal hijan sedang lebat-lebatnya. Mungkin air hujannya panas karna bercumbu dengan BANGSAT dan KEPARAT, Anehnya di sudut jalan ada monyet tersenyum mengamati situasi sore itu yang air hujannya panas. Entah lah mungkin monyet itu sedang berfikir bahwa yang dia lihatnya adalah mimpi di dalam hutan. #SuratSobek