Skip to main content

TIKUS MATI


Telah ditemukan mayat misterius tanpa identitas dengan kondisi korban sudah mulai membusuk dan rusak disejumlah bagian tubuhnya hingga tidak diketahui berjenis kelamin apa, dan berapa usianya, di tengah jalan raya menuju pusat kota, Jum'at (22/6) Sekitar pukul 03.00 WIB. 

Keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, belum dapat dipastikan apakah mayat tersebut korban kecelakaan atau tindak kriminal.---Seseorang menuturkan, dilihat dari kondisi jasadnya, diduga korban tewas terlindas oleh pengendara yang tidak bertanggung jawab. "Sungguh sangat misterius." Ujar saya.

Hingga saat ini, tidak ada yang menyelidiki, dan mayat tersebut dibiarkan tergeletak di tengah jalan.
Seolah-olah orang yang sedang berlalu-lalang tak memperdulikan keadaan korban, dan jasad korban tidak dibawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi.

"Tapi yang paling penting adalah identitas mayat ini harus terungkap terlebih dahulu." Ujar saya, sembari berharap agar keluarga korban untuk datang menjemput mayat di Tempat Kejadian Perkara, sebelum jasadnya dilindas oleh kendaraan lain atau terurai oleh aspal jalan.

Jika hal ini terus terjadi, Aku hanya sedang membayangkan bagaimana keadaan tentang rantai makanan?

23 Juni 2018

Comments

Popular posts from this blog

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek

pulang?

Jika langkah kaki ini sudah terlalu jauh melangkah dari arah jalan pulang, maka kemana saya akan pulang? Jika yang disebut kebanyakan orang arah jalan pulang adalah rumah tempat tinggal yang beratapkan genting yang hakikatnya menutupi sang pemilik dari teriknya panas matahari dan basahnya air hujan, maka bukan itu yang saya sebut sebagai arah tempat kemana saya akan pulang. Lalu jika ada seseorang yang mengatakan bahwa arah jalan pulang adalah tempat dimana saya dilahirkan dan di besarkan oleh ibu dan bapak saya yang mengasuh dengan kasih sayang dan mendidik dengan ketulusan, itu juga bukan arah jalan pulang yang cukup meyakinkan untuk saya tuju. Lalu kemana kelak saya akan pulang? 21 satu tahun adalah kurun waktu yang saya jalani, apakah sudah cukup untuk menentukan kemana arah jalan pulang, lalu kapan saya akan pulang dan kemana saya akan pulang? apakah selama ini adalah salah satu perjalanan saya menuju arah jalan pulang?   Namun kapan saya akan pulang?  ...