Skip to main content

CERMIN

Setiap ruang yang tertutup akan retak,
Karna mengandung waktu,
Dan akhirnya akan meledak,
Bila tenaga waktu terus menghadang,

Kau bentangkan sajadah mahal mu,
Membanggakan diri dan sudah merasa mencintai mu,
Apakah kau ingin seperti iblis?
Yang berlaku congkak di hadapanNya,

Bukankah tanah tempat untuk di injak,
Membuang ludah dan dahak,
Tempat kencing dan berak,
Atau paling jauh hanya tempat pelampiasan serakah dan tamak,

Bukankah tanah adalah ibu mu,
Yang setia menemani mu dalam suka dan duka,
Bukankah tanah adalah ayah mu,
Yang membimbing untuk tumbuh dan berkembang menjadi insan,

Bercerminlah pada sawah dan ladang!,
Yang bersyukur dan bergembira dengan menundukan diri seperti padi,
Lahir dari tanah, menguning di sawah
Menjadi beras di tapah kemudian menjadi nasi memasuki tenggorokan hamba Mu yang gerah,

Adalah cara paling mulia bagi padi itu kembali ke pangkuan Mu,
Buanglah sajadah mahal mu!
Tundukan hati dan kepala mu!
Tanahkan wajah mu!
Agar rahmat Allah selalu menyertai setiap langkah kaki mu...!

~ki Asap.182~
22/02/16

Comments

Popular posts from this blog

WISATA PULAU MUNA “Danau Moko Dan Pantai Walengkabola”

Pulau Muna yang berada di daerah Sulawesi Tenggara mempunyai beragam wisata alam yang selalu memanjakan mata para pengunjungnya. Di pulau ini anda dapat mengunjungi wisata pantai, goa, danau, bukit dan beberapa situs kuno peninggalan sejarah. Dan saya akan memaparkan salah satunya saja yakni Danau Moko. Danau yang di keliling batu karang ini berada di Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Danau yang letaknya tidak jauh dari Pantai walengkabola ini, merupakan danau air payau yang berwarna biru. Selain itu, danau ini juga memiliki seekor penyu yang menjadi pusat perhatian para pengunjung. Pengunjung juga dapat berinterkasi secara langsung dengan penyu ini. Bahkan berenang bersama dengan penyu ini bukan hal yang mustahil jika berada di danau moko. Dan karena letak danau yang tidak jauh dari pantai, dengan berjalan kaki saja wisatawan dapat menikmati desiran ombak Pantai Walengkabola. Untuk ke Pantai wisatawan tidak perlu khawatir karena Pantai ini ...

APA YANG BERUBAH?

Di bakar api yang disebut rindu, Di lempar batu yang disebut cemburu, Di nyanyikan lagu yang lengkingnya tak begitu merdu, Telah ku pandang dari mata ke tiga, bunga-bunga harapan berhamburan di udara, ada yang melihatnya sebagai doa, ada pula yang melihatnya sebagia awal dari malapetaka. untuk meyakinkannya aku bertanya kepada ibu dengan nada berbisik "Bu... apa ini yang disebut cinta dengan berbagai macam bahasa?." tak lagi ku lihat taman yang indah, dengan bunga-bunga yang merekah, atau jalan setapak dimana para pejalan kaki dapat berpapasan tanpa jarak, lantas mereka bisa saling sapa.

AIR

Se Suci apakah diri yang hina ini ? Tidak bercerminkah kita ? Tidak kah sadar akan kekotoran diri ini ? Apa air yang setiap hari kita kotor untuk membersihkan tubuh ini tak kunjung membuat kita sadar akan kekotoran diri ini ? Masih pantaskah kita anggap diri ini bersih, suci. Lalu ia mengeluarkan kejernihannya, tunduk atas perintah Mu untuk kembali ketempat kotor karna membersihkan badan-badan, bau dan kotor manusia. Mungkin itulah cara kembali air menjadi mulia, membersihkan segala yang kotor merelakan kejernihannya ternodai. Lantas masih terasa sucikah diri ini ? #SuratSobek